29 Mei 2009

indonesia Vs BULE



Indonesia Negara kita yang sangat kita cintai merupakan suatu negara yang memiliki keanekaragaman budaya. baik dari suku, ras, adat, dll. kita melihat pada gambar di atas seorang BULE (orang luar negeri) berkunjung ke Indonesia karena mengagumi kebudayaan di Indonesia yang beraneka ragam ini. Saking kagumnya seorang bule jalan-jalan memakai topi "CAPING" dari Indonesia tidak malu, Namun kita sebagai rakyat Indonesia yang berbudaya dan memiliki kebudayaan tersebut jarang mempraktekannya. Bule dengan bangga memakai produk budaya Indonesia. Padahal Caping di Indonesia dianggap sebagai seorang petani. Pasalnya Petani setiap berladang sering menggunakan caping. bagi Bule malah menjadi kebanggaan tersendiri.

Fenomena inilah yang sering terjadi, Masyarakat Indonesia kurang sadar akan budaya kita ini. Mereka Tidak bangga dengan budaya yang sudah dimiliki oleh Indonesia.
APAKAh KITA TIDAK MALU dengan BULE tersebut!!!!!

28 Mei 2009

nenek terlantar


foto by : martin

lokasi : museum 1 maret Yogyakarta.

pengemis, pengamen, dll merupakan sebutan kasar bagi mereka yang bekerja dengan meminta-minta belas kasihan orang lain. Menunggu seorang dermawan yang memberikan sumbangan kepada dia. dengan sabar tanpa mengeluh sama sekali. sosok nenek di samping menggambarkan betapa pedihnya kehidupannya. dengan susah payah mencari nafkah guna mengisi perut kesehariannya.Sosok nenek yang seharusnya tidak bekerja, kembali kepada anak-anaknya untuk mengisi waktu di umur-umur tuanya. Tiadakah pemerintah yang tergugah hatinya untuk memberikan panti kepada nenek tersebut.Beginilah pemerintah sekarang ini hanya mementingkan jabatan dan uang tidak melihat situasi masyarakat luar yang menderita sengsara seperti halnya nenek tersebut.martin, 23 Mei 2009 (2.04 Am)

Budaya Pengamen Semakin Maju










Foto by: Martin
Belum lama ini Yogyakarta mendapat hiburan baru bagi para pengendara mobil maupun sepeda motor. Pasalnya daerah perempatan lampu merah di daerah Yogyakarta terdapat pengamen yang berdandan seperti pemain REOG atau JATHILAN. Perkiraan saya dari pertama, mereka mengamen hanya sekedar mencari dana untuk apa? tapi ternyata mereka mengamen seperti halnya pengamen-pengamen biasanya. Dengan dandanan yang agak ngeri bagi orang awam memiliki keistimewaan tersendiri. Ketika menunggu lampu merah, orang menjadi terhibur, namun banyak pula yang malah takut. Apalagi anak-anak kecil.Setiap pengendara kadang memberikan uang kertas 1000 rupiah, bahkan lebih. jika dihitung setiap harinya bisa mendapat penghasilan yang lumayan bagi pengamen tersebut. Namun fenomena "human interest" yang terjadi ini lama-kelamaan menjadi suatu kecurangan. dari hasil pantauan yang dilihat dari salah satu orang yang saya kenal, mereka sering "didrop" dengan mobil untuk memulainya mencari uang. semakin lama di setiap perempatan jalan pasti ditemui. Sangat disayankan hanya karena mendapat lebih mereka malah semakin "menjadi.jumat, 22-05-2009 (01.00AM) Martin

kehidupan seorang kakek terlantar

lokasi depan istana presiden di yogyakarta jalan malioboro.photo by : Martin.

kita mengenal Yogyakarta sebagai kota pelajar dan memiliki slogan berhati nyaman. Namun kita dapat melihat kenyataan sekarang ini seperti gambar di atas. seorang kakek tertidur tanpa alas. ketika saya memotret beliau, begitu kasihan di hati saya melihat seorang kakek tersebut. Dalam keadaan tidur dia menggaruk seluruh badannya dan tidur terasa tidak nyaman. segala gerakan kaki dan tangan dia lakukan.di sekitar kakek duduk terdapat banyak sekali orang, namun yang paling saya prihatinkan tidak adanya rasa kasihan bagi mereka. dengan tenangnya mereka duduk dan ramai-ramai membuat gaduh.Dari hal ini dapat kita lihat bahwa pemerintah Yogyakarta masih kurang sekali dalam memperhatikan rakyatnya. dengan slogan Yogyakarta "berhati nyaman" seolah-olah hanya tulisan yang tertempel di tempat fasilitas umum. Masih membiarkan pengemis seperti kakek ini hidup dengan sengsara dengan "mengglandang".Seharusnya pemerintah Yogyakarta lebih memperdulikan mereka, dengan menampung mereka di panti-panti. Saya yakin di Yogyakarta masih banyak sekali panti-panti yang masih kosong. Pemerintah bersama masyarakat saling membantu untuk mengamalkan slogan Yogyakarta "berhati nyaman".(martin, 21-05-2009, 03:14 AM)