Perbandingan Sistem Media Massa
Sistem, ketika kita mendengar kata ini mungki sudah tidak asing lagi. Dalam keseharian kita sering kata jumpai dan ucapkan kata sistem itu sendiri. Tapi apakah kita mengetahui makna dari sistem itu sendiri?.
Pengertian sistem menurut POOL, adalah suatu kesatuan yang tersusun atas bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling bergantung serta berhubungan satu sama lainnya, dan masing-masing komponen itu juga berdiri dan berfungsi sendiri, namun saling berkaitan demi tercpainya suatu tujuan yang telah ditentukan.
Sedangkan media massa adalah semua alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi yang akan dinikmati oileh orang banyak.
Filsafat sosial adalah merupakan cara pandang, keyakinan, dan nilai-nilai suatu masyarakat yang mendasari kehidupan mereka. Perbedaan cara pandang terhadap beberapa hal yang hidup dalam sebuah sistem filsafat sosial:
Hakikat Manusia
Hakikat masayarakat dan negara
Hubungan manusia dan negara
Hakikat pengetahjuan dan kebenaran
Teori Media Massa
> Dua Dari Empat Teori Pers Siebert-Peterson-Schramm
1. Teori Pers Otoritarian
Teori otoritarian ini merupakan teori pers tertua yang digunakan di paling banyak negara. Teori ini memberikan pola kumunikasi mssa dengan mengutamakan pada model pengawasan terhadap pers yang dilakukan oleh pemerintah. Toeri ini dibangun dengan berpandanagn pada beberapa asumsi filosofis/postulat dasar yaitu:
a. Hakikat Manusia
Manusi sebagai individu dipandang memiliki keterbatasan
b. Hakikat Masyarakat dan Negara
Negara merupakan ekspresi tertinggi dari organisasi kelompok manusia.
c. Hubungan Manusia dan Negara
Negara menjadi hal yang terpenting dalam pengembangan manusia seutuhnya
2. Teori Pers Libertarian
Teori ini berkembang di Inggris setelah tahun 1688 dan di AS serta di banyak negara hingga kini. Teori ini bersumber dari filsafat liberialisme/rasdilnalisme yang melihat manusia sebagai makluk rasional yang mamapu membentuk lingkungannya dengan keputusan yang memuaskan kepentingan masing-masing. Dalam teori ini pers tidak lagi dilarang mengkritik pemerintah, tetapi dilarang untuk menyebarkan kebohongan, informasi yang bersifat fitnah dan lain-lain. Initinya dalam teori ini kebebasan pers sudah ada dan para jurnalis lebih bebas dalam mengunkapkan tulisan jurnalistiknya.
28 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar