28 Mei 2009

kehidupan seorang kakek terlantar

lokasi depan istana presiden di yogyakarta jalan malioboro.photo by : Martin.

kita mengenal Yogyakarta sebagai kota pelajar dan memiliki slogan berhati nyaman. Namun kita dapat melihat kenyataan sekarang ini seperti gambar di atas. seorang kakek tertidur tanpa alas. ketika saya memotret beliau, begitu kasihan di hati saya melihat seorang kakek tersebut. Dalam keadaan tidur dia menggaruk seluruh badannya dan tidur terasa tidak nyaman. segala gerakan kaki dan tangan dia lakukan.di sekitar kakek duduk terdapat banyak sekali orang, namun yang paling saya prihatinkan tidak adanya rasa kasihan bagi mereka. dengan tenangnya mereka duduk dan ramai-ramai membuat gaduh.Dari hal ini dapat kita lihat bahwa pemerintah Yogyakarta masih kurang sekali dalam memperhatikan rakyatnya. dengan slogan Yogyakarta "berhati nyaman" seolah-olah hanya tulisan yang tertempel di tempat fasilitas umum. Masih membiarkan pengemis seperti kakek ini hidup dengan sengsara dengan "mengglandang".Seharusnya pemerintah Yogyakarta lebih memperdulikan mereka, dengan menampung mereka di panti-panti. Saya yakin di Yogyakarta masih banyak sekali panti-panti yang masih kosong. Pemerintah bersama masyarakat saling membantu untuk mengamalkan slogan Yogyakarta "berhati nyaman".(martin, 21-05-2009, 03:14 AM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar