12 Agustus 2009

XL JFW 2009 Photoblog Competition


XL JFW 2009 – PHOTOBLOG COMPETITION, Fashion Show In Catwalk

Model dengan pakaian paling menonjol inilah yang menjadi sorotan. dengan pakaian serba berat, model ini tetap anggun berjalan di Catwalk menuju andhong karnaval. Menggambarkan betapa semangatnya sang model dalam mengikuti fashion show acara Jogja Fashion Week 2009

XL JFW 2009 Photoblog Competition


XL JFW 2009 – PHOTOBLOG COMPETITION, Model In Action

Jogja Fashion Week pada tahun 2009 ini peminatnya sungguh sangat banyak sekali dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berbagai model dari agency2 ikut turun untuk meramaikan acara JFW 2009 ini, dari foto ini dapat dijelaskan bahwa para model menunjukkan kemampuan mereka dalam memamerkan pakaian2 yang dibuat para desaigner2 ternama dengan tidak lepas dari tema "Budaya in Motion".

29 Juni 2009

Kelemahan dan Kelebihan Sistem Media Massa Otoritarian dan Libertarian

Dalam sistem medai massa baik itu otoritarian dan libertarian pasti mempunyai banyak kekurangan dan kelabihan. Seperti saja contohnya pada sistem otoritarian yang sangat ketat dalam pengawasanya menyebabkan suatu kelbihan yaitu keamanan dan satbilitas negara terjaga karena pemberitaan sangat di sortir dengan ketat, sehingga kesan dari beritanya sendiri terkesan datar saja. dengan sistem ini juga dapat membuat Masyarakat tidak ikut campur terlalu dalam dalam urusan atau kabar yang terjadi dalam negara tersebut. sistem ini mempunya kelemahan yaitu, para pelaku medai tidak bisa dengan bebas menyalurkan aspirasi bahkan kabar yang seharusnya masyarakat tau tentang pemerintah mereka. para pelaku media sangat bergantung pada pemerintah yang menjadi pusat operasi dari segala informasi yang akan disampian.
Berbeda dengan sistem libertarian dalm sistem ini peraturan tidak lagi mengikat secara ketat, disini para pelaku media mampu menyapaikan aspirasi mereka secara lebih mudah tapi tetap terkoordinir. namun dalm sistem ini sring disalah gunkan oleh pihak tertentu untuk mengomentari bahkan mengkritik sebuah badan atau pererangan yang mereka anggap tidak berjalan dengan baik.
Mungkin itu saja kelebihan dan kekurangan yang bisa saya kemukakan dan saya ketahui sejauh ini.

28 Juni 2009

perbandingan sitem media massa

Perbandingan Sistem Media Massa
Sistem, ketika kita mendengar kata ini mungki sudah tidak asing lagi. Dalam keseharian kita sering kata jumpai dan ucapkan kata sistem itu sendiri. Tapi apakah kita mengetahui makna dari sistem itu sendiri?.
Pengertian sistem menurut POOL, adalah suatu kesatuan yang tersusun atas bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling bergantung serta berhubungan satu sama lainnya, dan masing-masing komponen itu juga berdiri dan berfungsi sendiri, namun saling berkaitan demi tercpainya suatu tujuan yang telah ditentukan.
Sedangkan media massa adalah semua alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi yang akan dinikmati oileh orang banyak.
Filsafat sosial adalah merupakan cara pandang, keyakinan, dan nilai-nilai suatu masyarakat yang mendasari kehidupan mereka. Perbedaan cara pandang terhadap beberapa hal yang hidup dalam sebuah sistem filsafat sosial:
 Hakikat Manusia
 Hakikat masayarakat dan negara
 Hubungan manusia dan negara
 Hakikat pengetahjuan dan kebenaran


Teori Media Massa

> Dua Dari Empat Teori Pers Siebert-Peterson-Schramm
1. Teori Pers Otoritarian
Teori otoritarian ini merupakan teori pers tertua yang digunakan di paling banyak negara. Teori ini memberikan pola kumunikasi mssa dengan mengutamakan pada model pengawasan terhadap pers yang dilakukan oleh pemerintah. Toeri ini dibangun dengan berpandanagn pada beberapa asumsi filosofis/postulat dasar yaitu:
a. Hakikat Manusia
Manusi sebagai individu dipandang memiliki keterbatasan
b. Hakikat Masyarakat dan Negara
Negara merupakan ekspresi tertinggi dari organisasi kelompok manusia.
c. Hubungan Manusia dan Negara
Negara menjadi hal yang terpenting dalam pengembangan manusia seutuhnya
2. Teori Pers Libertarian
Teori ini berkembang di Inggris setelah tahun 1688 dan di AS serta di banyak negara hingga kini. Teori ini bersumber dari filsafat liberialisme/rasdilnalisme yang melihat manusia sebagai makluk rasional yang mamapu membentuk lingkungannya dengan keputusan yang memuaskan kepentingan masing-masing. Dalam teori ini pers tidak lagi dilarang mengkritik pemerintah, tetapi dilarang untuk menyebarkan kebohongan, informasi yang bersifat fitnah dan lain-lain. Initinya dalam teori ini kebebasan pers sudah ada dan para jurnalis lebih bebas dalam mengunkapkan tulisan jurnalistiknya.

29 Mei 2009

indonesia Vs BULE



Indonesia Negara kita yang sangat kita cintai merupakan suatu negara yang memiliki keanekaragaman budaya. baik dari suku, ras, adat, dll. kita melihat pada gambar di atas seorang BULE (orang luar negeri) berkunjung ke Indonesia karena mengagumi kebudayaan di Indonesia yang beraneka ragam ini. Saking kagumnya seorang bule jalan-jalan memakai topi "CAPING" dari Indonesia tidak malu, Namun kita sebagai rakyat Indonesia yang berbudaya dan memiliki kebudayaan tersebut jarang mempraktekannya. Bule dengan bangga memakai produk budaya Indonesia. Padahal Caping di Indonesia dianggap sebagai seorang petani. Pasalnya Petani setiap berladang sering menggunakan caping. bagi Bule malah menjadi kebanggaan tersendiri.

Fenomena inilah yang sering terjadi, Masyarakat Indonesia kurang sadar akan budaya kita ini. Mereka Tidak bangga dengan budaya yang sudah dimiliki oleh Indonesia.
APAKAh KITA TIDAK MALU dengan BULE tersebut!!!!!

28 Mei 2009

nenek terlantar


foto by : martin

lokasi : museum 1 maret Yogyakarta.

pengemis, pengamen, dll merupakan sebutan kasar bagi mereka yang bekerja dengan meminta-minta belas kasihan orang lain. Menunggu seorang dermawan yang memberikan sumbangan kepada dia. dengan sabar tanpa mengeluh sama sekali. sosok nenek di samping menggambarkan betapa pedihnya kehidupannya. dengan susah payah mencari nafkah guna mengisi perut kesehariannya.Sosok nenek yang seharusnya tidak bekerja, kembali kepada anak-anaknya untuk mengisi waktu di umur-umur tuanya. Tiadakah pemerintah yang tergugah hatinya untuk memberikan panti kepada nenek tersebut.Beginilah pemerintah sekarang ini hanya mementingkan jabatan dan uang tidak melihat situasi masyarakat luar yang menderita sengsara seperti halnya nenek tersebut.martin, 23 Mei 2009 (2.04 Am)

Budaya Pengamen Semakin Maju










Foto by: Martin
Belum lama ini Yogyakarta mendapat hiburan baru bagi para pengendara mobil maupun sepeda motor. Pasalnya daerah perempatan lampu merah di daerah Yogyakarta terdapat pengamen yang berdandan seperti pemain REOG atau JATHILAN. Perkiraan saya dari pertama, mereka mengamen hanya sekedar mencari dana untuk apa? tapi ternyata mereka mengamen seperti halnya pengamen-pengamen biasanya. Dengan dandanan yang agak ngeri bagi orang awam memiliki keistimewaan tersendiri. Ketika menunggu lampu merah, orang menjadi terhibur, namun banyak pula yang malah takut. Apalagi anak-anak kecil.Setiap pengendara kadang memberikan uang kertas 1000 rupiah, bahkan lebih. jika dihitung setiap harinya bisa mendapat penghasilan yang lumayan bagi pengamen tersebut. Namun fenomena "human interest" yang terjadi ini lama-kelamaan menjadi suatu kecurangan. dari hasil pantauan yang dilihat dari salah satu orang yang saya kenal, mereka sering "didrop" dengan mobil untuk memulainya mencari uang. semakin lama di setiap perempatan jalan pasti ditemui. Sangat disayankan hanya karena mendapat lebih mereka malah semakin "menjadi.jumat, 22-05-2009 (01.00AM) Martin

kehidupan seorang kakek terlantar

lokasi depan istana presiden di yogyakarta jalan malioboro.photo by : Martin.

kita mengenal Yogyakarta sebagai kota pelajar dan memiliki slogan berhati nyaman. Namun kita dapat melihat kenyataan sekarang ini seperti gambar di atas. seorang kakek tertidur tanpa alas. ketika saya memotret beliau, begitu kasihan di hati saya melihat seorang kakek tersebut. Dalam keadaan tidur dia menggaruk seluruh badannya dan tidur terasa tidak nyaman. segala gerakan kaki dan tangan dia lakukan.di sekitar kakek duduk terdapat banyak sekali orang, namun yang paling saya prihatinkan tidak adanya rasa kasihan bagi mereka. dengan tenangnya mereka duduk dan ramai-ramai membuat gaduh.Dari hal ini dapat kita lihat bahwa pemerintah Yogyakarta masih kurang sekali dalam memperhatikan rakyatnya. dengan slogan Yogyakarta "berhati nyaman" seolah-olah hanya tulisan yang tertempel di tempat fasilitas umum. Masih membiarkan pengemis seperti kakek ini hidup dengan sengsara dengan "mengglandang".Seharusnya pemerintah Yogyakarta lebih memperdulikan mereka, dengan menampung mereka di panti-panti. Saya yakin di Yogyakarta masih banyak sekali panti-panti yang masih kosong. Pemerintah bersama masyarakat saling membantu untuk mengamalkan slogan Yogyakarta "berhati nyaman".(martin, 21-05-2009, 03:14 AM)